fbpx

Berapa Jam Tidur yang Baik Untuk Kamu?

Berapa jam tidur yang baik itu? Tidur sangat penting bagi kesehatan. Namun, kadang-kadang karena kesibukan, waktu tidur jadi terabaikan.

Saat tidur, tubuh menjadi rileks, sehingga memberikan waktu istirahat dan membangun kembali otot-otot yang sudah lelah sepanjang hari. Begitu pun otak, saat tidur, semua limbah yang diproduksi otak dikeluarkan. Itulah sebabnya, tidur menjadi penting bagi kesehatan tubuh, fungsi metabolik, kekebalan tubuh, dan otak. Tidur juga baik untuk mengatur emosi, lho. Saat kurang tidur, emosi negatif bisa meningkat hingga 60 persen.

Waktu tidur yang cukup berkaitan pula dengan perubahan kadar hormon yang disebut dengan leptin dan ghrelin. Leptin adalah hormon yang berasal dari sel lemak yang bersifat mengurangi nafsu makan. Sedangkan ghrelin adalah peptida yang berasal dari lambung yang justru meningkatkan nafsu makan.

Jika kamu kurang tidur saat malam hari, leptin akan menurun sekitar 15,5 persen dan ghrelin meningkat sebanyak 14,9 persen. Bila kadar leptin berkurang bisa menyebabkan meningkatnya nafsu makan dan memicu obesitas.

Mengingat pentingnya tidur yang cukup, sebaiknya kamu memberikan prioritas bagi tidur setiap malam. Lalu, berapa jam tidur yang ideal buat kamu? Jumlah waktu tidur yang sehat bagi tiap-tiap orang itu ternyata berbeda-beda tergantung pada usia.

Jam tidur yang baik

Berikut ini daftar list tidur untuk variasi usia:

Orang dewasa yang lebih tua (65+): 7-8 jam.

Dewasa (18-64 tahun): 7-9 jam.

Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam.

Anak sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam.

Anak-anak prasekolah (3-5 tahun): 10-13 jam.

Balita (1-2 tahun): 11-14 jam.

Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam.

Bayi baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam.

Setelah lihat daftar tersebut, berapa jam kamu harus tidur? Untuk pembaca Holawell yang mayoritasnya dewasa, kami sarankan untuk tidur 8 jam. Kenapa begitu? Karena 8 jam itu seperti angka ajaib yang sudah disarankan oleh beberapa ahli kesehatan karena itu adalah jam tidur yang paling ideal untuk kamu. Lebih atau kurang dari itu bisa menyebabkan masalah penyakit dalam tubuh, seperti gangguan konsentrasi, meningkatnya gejala amnesia, stress, dan jantung.

Jadi ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Tidur Selama 8 Jam:

Jam tidur yang baik

  • Tidur Yang Cukup Dapat Membantu Meningkatkan Produktivitas dan Konsentrasi

    Tidur sangatlah penting untuk beberapa aspek otak. Semua ini termasuk kemampuan kognitif, konsentrasi, produktivitas dan performa. Studi kasus dalam magang tenaga kerja medis sebagai contohnya. Yang magang dengan jam kerja hampir 24 jam membuat kesalahan fatal lebih banyak sebesar 36% daripada yang magang dengan jadwal mengizinkan mereka untuk tidur dengan cukup.

    Penelitian lainnya menemukan tidur yang sedikit dapat menyebabkan dampak yang negatif terhadap otak sama seperti kamu mengkonsumsi alkohol. Jadi menurut penelitian-penelitian ini, jam tidur yang baik itu adalah 8 jam.

  • Berumur Lebih Panjang

    Melansir dari laman Healthline, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam setiap malamnya memiliki kemungkinan 12 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian dini.

    Orang yang tidur lebih dari 8 jam atau 9 jam juga memiliki risiko kematian dini lebih tinggi 30 persen. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang menurunkan durasi tidurnya dari 7 hingga 8 jam menjadi di bawah 7 jam meningkatkan risiko kematian dari berbagai penyebab.

    Makan bergizi

  • Membantu Mengelola Nafsu Makan

    Kebiasaan tidur yang buruk dapat meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Saat malam, pergerakan tubuh dan kebutuhan kalori dikurangi. Akan tetapi, ketika seseorang kurang tidur, otak akan melepaskan senyawa tertentu yang menyebabkan munculnya tanda lapar.

    Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang makan lebih banyak, berolahraga lebih sedikit, dan bertambah berat badan. Kurang tidur juga dapat berpengaruh pada anak-anak. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur mengalami peningkatan risiko obesitas. Risiko-risiko ini juga dapat mempengaruhi anak-anak saat dewasa.

    Imun tubuh

  • Membantu Fungsi Sistem Imun Tubuh

    Saat tidur, sistem imun melepaskan senyawa yang disebut sitokin. Beberapa sitokin dapat menghasilkan dampak yang bersifat protektif pada sistem imun dengan membantunya melawan iflamasi, termasuk inflamasi akibat infeksi. Tanpa tidur tercukupi, seseorang mungkin tidak akan memiliki sitokin yang cukup untuk mencegah jatuh sakit.

    Komponen lain dari sistem kekebalan tubuh seperti antibodi dan sel darah putih dapat berkurang apabila seseorang kurang tidur. Sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2013 menunjukkan bahwa pembatasan durasi tidur dapat meningkatkan senyawa inflamasi dan aktivitas pada tubuh seseorang. Senyawa tersebut berasosiasi dengan kondisi tertentu seperti asma dan alergi.

    Penelitian yang dilakukan pada orang-orang yang tidur selama 4 jam dalam 5 hari berturut-turut menunjukkan bahwa sistem imun bertambah buruk.

    Meskipun kurangnya waktu tidur dilakukan dalam jangka waktu pendek, sistem imun tetap terdampak sama dengan kurang waktu tidur yang dilakukan dalam jangka waktu panjang.

    Daya ingat

  • Membantu Menjaga Ingatan

    Tidur juga membantu melindungi dan menguatkan ingatan. Penelitian menunjukkan bahwa tidur setelah belajar dapat membantu menjaga ingatan.

    Orang yang kurang tidur akan mengalami hal-hal berikut:

  • Sulit menerima informasi karena neuron terlalu banyak bekerja
  • Mungkin menafsirkan suatu hal secara berbeda
  • Cenderung memiliki pertimbangan yang buruk
  • Kehilangan kemampuan untuk mengakses informasi sebelumnya

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk tidur dalam durasi 8 jam agar dapat mengalami seluruh fase tidur. Dua tahapan dalam tidur (rapid eye movement dan slow wave sleep) yang dilewati dapat membantu seseorang untuk mampu melakukan hal-hal berikut:

  • Pemikiran kreatif
  • Memori prosedural
  • Ingatan jangka panjang
  • Pemrosesan memori

Semua ini juga kami tulis berdasarkan sumber website lainnya seperti halodoc, mereka juga merekomendasikan jumlah jam tidur yang sama seperti tim Holawell.  Jadi menurut Sobat Hola, berapa jam tidur yang baik untuk kamu?

Baca juga artikel ini untuk meningkatkan kualitas tidurmu

Source : Halodoc, Kompas, Healthline.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply